Sabtu, 26 Februari 2011

Tugas Rangkuman BAB IV

BAB IV
TEORI ORGANISASI MODERN


DASAR PEMIKIRAN TEORI ORGANISASI MODERN 

Teori organisasi dan manajemen modern dikembangkan sejak tahun 1950, walaupun beberapa tulisan telah dibuat sebelumnya. Teori modern dengan tekanan pada perpaduan (synthesis) dan perancangan (design), menyediakan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh.
Teori modern bisa disebut sebagai teori organisasi dan manajemen umum yang memadukan teori klasik dan teori neoklasik dengan konsep-konsep yang lebih maju. Teori modern cenderung memandang organisasi sebagai system terbuka dengan dasar analisa konseptual, dan didasarkan pada data empiris serta sifatnya sintesa dan integrative.
Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi adalah sangat kompleks, dinamis dan multilevel, multidimensional, multivariable, dan probablistik. Sebagai suatu system organisasi terdiri atas tiga unsure, diantaranya:
1.    Unsur struktur yang bersifat makro
2.    Unsur proses yang juga bersifat makro
3.    Unsur prilaku anggota organisasi yang bersifat mikro.
Ketiganya saling kait-mengait dan tak terpisah satu sama lain.
Dengan analisa system, teori organisasi modern mencoba untuk mencari jawaban atas pertanyaan yang saling berhubungan, dimana hal ini kurang ditekankan pada dua teori organisasi lainnya.

TEORI SISTEM UMUM 

Teori system umum merupakan suatu aspek analisis organisasi yang berusaha untuk menemukan kaidah-kaidah umum organisasi yang bersifat universal. Tujuan dari teori sitem umum adalah penciptaan suatu ilmu pengetahuan organisasional universal dengan menggunakan elemen-elemen dan proses-proses umum seluruh system sebagai titik awal.
   
Ada beberapa tingkatan system yang harus diintegrasikan.
Kenneth Boulding mengemukakan klasifikasi tingkat-tingkat system sebagai berikut:
1.    Struktur static yang merupakan tingkat rangka dasar, anatomi suatu system.
2.    Sistem dinamik sederhana
3.    Sistem sibernetik
4.    Sistem terbuka
5.    Sistem genetika social
6.    Sistem hewani
7.    Sistem manusiawi
8.    System social
9.    System trasedental
Konsep system ini menjadi dasar utama analisa organisasi dalam teori organisasi modern. 

PENDEKATAN-PENDEKATAN MANAJEMEN 

Perkembangan teori organisasi yang telah dibahas diatas, memberikan dasar munculnya berbagai pendekatan manajemen yang berbeda-beda.
Berikut ini sebagai rangkuman akan dibahas pendekatan-pendekatan manajemen yaitu pendekatan proses, perilaku, kuantitatif, system dan contingency (situasional).

PENDEKATAN PROSES

Pendekatan proses dalam manajemen disebut juga pendekatan fungsional, universal, tradisional atau klasik.
Empat prinsip pendekatan proses klasik adalah :
1.    Kesatuan perintah
2.    Persaman wewenang dan tanggung jawab
3.    Rentang kendali yang terbatas
4.    Delegasi pekerjan yang rutin


PENDEKATAN KEPRILAKUAN

Pendekatan ini muncul karena adanya ketidak puasan terhadap pendekatan klasik. Pendekatan ini sering disebut juga pendekatan hubungan manusiawi (human relation approach), mengemukakan bahwa pendekatan klasik tidak sepenuhnya menghasilkan efesiensi produksi dan kehormatan kerja. Hal tersebut dikarenakan mengabaikan factor prilaku masing-masing individu yang berbeda dalam organisasi.
PENDEKATAN KUANTITATIF 

Pendekatan kuantitatif (quantitative approach) sering disebut dengan istilah management science atau operations research (OR).
Menurut pendekatan kuantitatif, masalah-masalah manejemen dapat dirumuskan dan dijabarkan dalam berbagai bentuk model matematis dan kemudian dianalisa serta dipecahkan dengan menggunakan berbagai teknik atau metoda kuantitatif untuk memperoleh hasil optimum.


PENDEKATAN SISTEM

Pendekatan system dalam manajemen merupakan pendekatan yang ditetapkan paling akhir, dan dapat dipahami dengan sudut pandangan teori system umum atau analisis system. Pendekatan ini memeberikan kepada manajemen cara memandang organisasi sebagai keseluruhan dan sebagai bagian lingkungan eksternal yang lebih luas.

PENDEKATAN CONTIGENCY (SITUASIONAL)

Pendekatan contingency bermaksud untuk menjembatani gap yang ada anatara teori dan prakteknya. Disamping itu, pendekatan ini juga memasukan variable-variabel lingkungan dalam analisisnya, karena perbedaan kondisi lingkungan akan memerlukan aplikasi konsep atau teknik manajemen yang berbeda pula.
Jadi, pendekatan contingency muncul karena ketidakpuasan atas anggapan keuniversalan dan kebutuhan untuk memasukan berbagai variable lingkungan kedalam teori dan praktek manajemen.







Sumber:
Sukanto, Hani Handoko , Edisi 2 Organisasi Perusahaan, BPFE,
Yogyakarta;1982

Tidak ada komentar:

Posting Komentar